ASI memang air kehidupan yang punya sejuta manfaat. Untuk itu, agar maksimal, perlu bunda tahu, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada masa menyusui, demi kebaikan buah hati.
Andin sudah beberapa kali mencoba menyusui anaknya. Namun sayangnya, entah mengapa, kadang aliran ASI-nya tidak stabil keluarnya. “Kadang lancar, bahkan berlebih. Tapi entah mengapa juga bisa kayak kurang banget, kenapa ya?” tanya Andin pada Siska yang sudah lebih senior di kantornya.
Nah, mungkin ada bunda yang mengalami hal yang sama dengan Andin? Kalau iya, barangkali ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyusui. Apalagi buat para bunda yang juga bekerja. Sedikit berbagi pengalaman saja, biasanya, ASI bisa berkurang karena sang bunda sedang ada banyak pikiran.
Kebetulan, ini ada beberapa tips yang disarikan dan direkomendasikan oleh American Academy of Family Physicians serta dari Breastfeeding Mothers' Support Group Singapore tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ini menyangkut soal menyusui anak, baik yang berhubungan dengan masalah emosi ataupun yang berhubungan dengan hal lain seputar makanan bunda.
Menurut catatan mereka, yang tidak boleh dilakukan adalah:
• Jangan pernah mengonsumsi obat atau apapun yang—konon—akan memperbanyak ASI, tanpa rekomendasi dari para dokter. Sebab, sebenarnya ASI porsinya pasti sudah langsung akan sesuai dengan kebutuhan si kecil tanpa obat apapun, apalagi obat mengandung zat kimia tertentu atau juga obat tradisional seperti jamu-jamuan.
• Jangan merokok selama masa menyusui.
• Jangan meminum minuman yang berkadar alkohol dan kafein tinggi. Nah, bagi yang hobi minum kopi atau minuman bersoda ringan sekalipun, saat masa menyusui harus dikurangi atau bahkan dihentikan sama sekali.
• Jangan makan makanan yang mungkin bisa mempengaruhi si kecil, misalnya makanan yang mengundang alergi.
• Jangan punya beban pikiran berlebih karena stres biasanya akan membuat ASI jadi sedikit keluarnya.
• Jangan pernah berpikiran, “ASI saya hanya sedikit” karena jika itu yang ada di pikiran bunda, maka hal itulah yang akan terjadi. Keyakinan seorang bunda bahwa ia bisa menyusui buah hatinya akan mendorong lancarnya ASI yang diberikan.
• Jangan sembarangan merawat payudara selama menyusui, misalnya membersihkan wilayah sekitar areola dengan cairan pembersih atau alkohol karena ini justru akan membuat puting jadi mudah lecet. Jika ingin membersihkan, gunakan krim khusus payudara atau minyak zaitun.
• Terakhir, jangan menjadwal pemberian ASI pada si kecil. Biarkan buah hati Anda yang menentukan kapan ia mau minum dan kapan saat berhenti. Bila menyusui dilakukan secara terjadwal, dalam tiga bulan produksi ASI akan menurun. Sebab, aktivitas menyusui merangsang keluarnya hormon prolaktin yang memproduksi susu. Semakin sering menyusui, semakin besar prolaktin yang dikeluarkan. Bila bunda menjadwal ASI yang diberikan, maka otomatis tubuhnya juga pelan-pelan akan mengurangi prolaktin yang bermanfaat dalam produksi ASI.
Sedangkan beberapa hal yang harus dan boleh dilakukan di antaranya yaitu:
• Makanlah yang cukup dengan kadar gizi yang berimbang. Makanan yang sangat dianjurkan adalah buah, sayuran, kacang-kacangan, serta daging dalam kadar yang cukup. Cukup di sini adalah bagaimana makanan jangan berlebih tapi tetap mengandung banyak zat yang dibutuhkan buah hati.
• Cukupkanlah asupan kalsium untuk bunda dengan mengonsumsi susu atau keju. Kalsium sangat bermanfaat bagi pertumbuhan buah hati, karena itu, pertimbangkanlah untuk meminta suplemen kalsium dari dokter jika memang membutuhkan.
• Untuk memperbanyak ASI, bangun motivasi tentang keunggulan ASI dari berbagai sumber. Karena, dengan keyakinan akan manfaat ASI, bunda pastinya akan berusaha dengan segala cara agar ASI keluar lancar.
• Kuasai posisi menyusui yang benar. Kesalahan posisi dapat menyebabkan puting lecet, peradangan pada payudara, atau bayi hanya mengisap udara karena cairan ASI tidak keluar.
• Mintalah dukungan dari pasangan dan orang sekitar sehingga akan memberikan kenyamanan bagi bunda saat menyusui. Mintalah sang suami untuk mencarikan ruangan tertentu khusus ibu menyusui misalnya pada saat berada di mal atau lokasi keramaian lainnya.
• Rilekslah pada saat menyusui, sebab saat jiwa tenang biasanya ASI akan lebih lancar. Untuk itu, dengarkan musik yang mencerahkan jika perlu sehingga bunda bisa lebih tenang.
Nah, bagaimana bunda. Semoga tips tadi bisa bermanfaat bagi si kecil yaaa... semoga bunda tetap memberikan yang terbaik bagi buah hati. Say Yes to ASI!
0 comments:
Post a Comment