RSS

Preparing for Birth

SAAT-saat persalinan selalu menjadi momen yang ditunggu ibu hamil. Perasaan bahagia, takut, dan gelisah bercampur-aduk. Untuk itu, mengetahui tanda-tanda persalinan sangat penting, untuk memastikan kapan harus ke klinik bersalin ataupun ke rumah sakit. Menurut dr Teddy Rochantoro SpOG, seorang calon ibu harus mengetahui tanda-tanda persalinan yang benar terutama yang baru pertama kali melahirkan. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan yang benar, calon ibu bisa menjalani kehamilannya dengan lebih tenang. "Yang pertama, gerakan janin harus dipantau. Bila janin sudah tidak bergerak seperti biasanya, ibu harus berhati-hati, bisa-bisa terjadi sesuatu dengan janin. Kalau perlu, segera periksa.


Secara umum, tanda-tanda persalinan muncul saat kehamilan sudah di atas 37 minggu (dihitung dari hari pertama haid terakhir). "Normalnya, sih, 40 minggu, plus-minus 2 minggu, tapi lebih dari 37 minggu janin sudah matang dan siap untuk dilahirkan. Tahapan persalinan sendiri dimulai dari adanya kontraksi rahim, penurunan kepala janin, adanya pembukaan dan ketuban pecah. Pada masa kontraksi ini, sebaiknya dikenali mana kontraksi palsu dan mana yang merupakan tanda-tanda persalinan.

Kontraksi persalinan yang sebenarnya adalah kontraksi yang intensitasnya makin lama makin kuat, durasinya makin lama makin panjang, intervalnya makin lama makin pendek (makin sering), dan disertai his (rasa nyeri). Rasa nyeri ini menjalar dari pinggang bagian belakang ke perut, dan terasa mulas seperti orang sakit perut. Kalau dipegang, perut si calon ibu juga terasa kencang. Kalau sehari sakit, terus besok sakit lagi. Ini masih kontraksi palsu.

Jika sudah waktunya bayi keluar, namun belum juga muncul nyeri persalinan, seringkali dilakukan induksi. Biasanya ini pada kehamilan lewat waktu, atau ketuban pecah lebih dari 12 jam. Tujuannya agar persalinan bisa segera dimulai.

Selain kontraksi, tanda-tanda kelahiran lain adalah terjadinya pelepasan lendir bercampur darah (bloody show), yang menunjukkan mulai adanya pembukaan dari mulut rahim (bukaan). Bukaan menunjukkan lebar pembukaan mulut lahir. Ini berbeda dengan ketuban pecah karena air ketuban adalah air, tapi bukan urin. Untuk membedakan apakah urin atau ketuban bisa dilakukan uji lakmus.

Pada pembukaan 1 hingga tiga belum masuk tahapan inpartus (persalinan). Karena pada pembukaan 1 untuk menuju pembukaan 4 ini setiap orang berbeda waktunya. Ada yang 1 jam, ada yang 1 hari, 3 hari malah ada yang seminggu. Biasanya, pada pembukaan, meski sudah ada rasa nyeri, ibu tetap bisa beraktivitas seperti berjalan kaki untuk mempercepat pembukaan. Makanya kenapa bumil harus rajin jalan jalan pagi, kalo usia kandungan menginjak 8 bulan ke atas, tujuannnya jelas kan, biar proses persalinan gampang, otot2 engga tegang.

Fase aktif inpartus akan terlihat pada pembukaan 4. Untuk menuju pembukaan lengkap yakni pembukaan 10, pada anak pertama standar waktunya 10-14 jam. Untuk anak kedua dan seterusnya 5-7 jam. Jika dalam waktu tersebut belum terjadi persalinan, biasanya akan dilakukan induksi.

Biasanya, jika sudah waktunya, namun belum juga lahir biasanya ada faktor penyulit. Misalnya, ketuban pecah duluan, ada lilitan tali pusat, ukuran bayi dan ukuran panggul tidak sebanding dan sebab lainnya.

Untuk masa pengeluaran bayi sendiri terjadi pada pembukaan lengkap 10 cm, saat kepala bayi sudah ada di dasar (perineum) dan siap untuk keluar. Di tahap ini, calon ibu refleks merasa ingin mengejan. Tanpa dipandu pun, akan mengejan sendiri. Bayi keluar, menyusul kemudian plasentanya.

Setelah itu, baru tahap observasi perdarahan pasca persalinan. Normalnya, perdarahan tak lebih dari 500 cc. Kalau lebih dari itu, pada persalinan biasa disebut perdarahan pasca-persalinan (post partum). Sementara pada kelahiran dengan sectio (operasi), perdarahannya tak boleh lebih dari 1.000 cc.(*)

Jelang Melahirkan, Siapkan Fisik dan Mental

BANYAK hal yang harus dipersiapkan menjelang persalinan. Mulai persiapan mental, fisik, sampai finansial. Bahkan, mental calon ayah pun harus disiapkan. Menurut dr Teddy Rochantoro SpOG, berbagai persiapan yang dimaksud meliputi berbagai hal. Persiapan fisik, misalnya senam hamil, karena seorang perempuan memerlukan fisik yang fit untuk melahirkan. Kondisi fit ini ada hubungannya juga dengan ada atau tidaknya penyakit berat yang diidap si calon ibu. "Kalau ada riwayat darah tinggi atau asma berat misalnya, berarti tidak bisa dilakukan persalinan normal. Jadi, sejak awal kehamilan, sudah harus direncanakan kelahiran dengan operasi," papar dr Teddy.

Selain persiapan penting tadi, dr Teddy juga mengingatkan agar calon ibu untuk mempersiapkan hal lain yang terlihat remeh, tapi tak bisa diabaikan. Contohnya, mempersiapkan barang apa saja yang harus dibawa ke RS. Termasuk, siapa penolong dalam persalinan sudah diketahui, alternatif rumah sakit jika terjadi penyulit, termasuk soal biayanya.

Agar persalinan berjalan lancar, maka saat memasuki bulan ke-9, pemeriksaan dilakukan lebih sering. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi terakhir ibu dan janin. Sehingga, jika ada faktor penyulit bisa segera diambil tindakan.

Pemeriksaan bisa dilakukan setiap minggu. Hal ini penting, agar bisa dipantau kondisi terakhirnya. Pemeriksaan ini meliput jumlah air ketuban, posisi bayi, berat bayi, dan sebagainya. Sehingga pada saat persalinan, sudah diketahui berbagai hal.

Tidak hanya itu, ibu juga harus mengetahui kapan harus ke menghubungi bidan, dokter ataupun langsung ke rumah sakit. Dalam hal ini, bedakan kontraksi palsu dan yang sebenarnya. Ibu hamil bisa bersiap-siap, jika rasa nyeri sudah terjadi 3-4 kali per 10 menit. Meski sebelumnya ada sudah muncul rasa nyeri, namun interval waktu dan durasinya masih lama, biasanya belum. Rasa nyeri di sini bukan ukuran ibu, tapi benar-benar rasa nyeri yang sangat dan durasinya cepat dan terus-menerus.

Jika sudah muncul darah ditambah lendir, ini biasanya di mulai pembukaan. Pada pembukaan 1 sampai tiga belum termasuk dalam tahap inpartus. Biasanya untuk mempercepat pembukaan ibu bisa melakukan gerakan seperti jalan kaki, minum air yang banyak dan malah masih diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri. Agar cepat ke pembukaan 4, karena tahap inpartus dimulai pada pembukaan 4.



LIST BARANG PERSIAPAN KELAHIRAN:


Yang perlu dibawa ke rumah sakit (kalau enggak diganti kantor & mau irit)

1. Baju bayi

2. Popok/celana bayi (buat kalo pake pampers)

3. Gurita

4. Sarung tangan & kaki (cari yang karetnya bagus biar enggak gampang
brodol)

5. Kain bedong

6. Selimut

7. Selimut gendong/bedong (yang ada tudung kepala)

8. Pampers

9. Minyak telon

10. Bedak

11. Susu Formula (kalo mau siapin dulu susu yang kandungannya paling
bagus biar enggak ganti2, kalo enggak dibalik, nanti ikutin susu yang
dikasih RSB)

12. Botol susu + empeng yang sudah disteril (buat nampung ASI sementara
kalau belum mau nyusu)

13. Kapas & tempat kapas (yang bisa tertutup rapat karena buat kapas
basah)

14. Tissue beralkohol (cari di Guardian/Apotik besar bilang untuk lepasin
puser bayi)- bisa juga diganti dengan alkohol dan kain kassa yang di
dalamnya diselipin kapas

15. Tas bayi



Note: biasanya sih tergantung RSBnya, kadang2 pernak-pernik gitu suka

dicharge loh.



Buat Ibu:

1. Baju biasa buat pulang

2. Kain (buat selama di RSB)

3. Kemeja berkancing

4. Gurita buat Ibu (cari yang gampang dipake buat sementara di
RS -soalnya masih susah bangun - kalo buat di rumah bisa pakai yang
stagen lilit biar lebih kencang ikatnya)

5. BH menyusui (1 atau 2 nomor lebih besar dari biasanya, jadi
misalnya sekarang 34B, cari 36C gitu).

6. Breast pad (cari aja di toko yang mereknya Pigeon)

7. Sandal yang empuk

8. Sabun, sikat gigi, odol, handuk

9. Bedak & Sisir

10. Obat memperlancar ASI

11. Softex yang gede & enak dipakai

12. Celana kertas (biar gampang dibuang kalau kena noda atau celana biasa
yg enak dipakai)

13. Underpad (ada di apotik besar)

14. Obat untuk mengobati putting yang luka.


Buat ayah:

  1. jam tangan
  2. Kartu atau kunungan pemeriksaan kehamilan, KTP (suami istri beserta fotokopinya)
  3. Alat mandi (sikat gigi, odol, sisir, dll)
  4. Makanan kecil
  5. Baju ganti atau sweater
  6. Kertas, pensil, buku, majalah untuk membaca
  7. No telpon sodara atau teman

Meskipun kehamilanku baru berjalan 22 minggu, tapi aku tetep merasa deg deg an menyiapkan persalinan. Semoga apa yang telah aku tulis, bermanfaat buat para bumil yang mau menghadapi persalinan menyambut buah hati. Welcome to this world Dear.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 comments:

Ayah Bunda said...

DEG DEG DEG DEG DEG.....uhhhh bentar lagi nihhhh aku lahirann anak pertama.....

Maureen said...

GANBATTE yha.....!!! Made in japanese euy...